Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Khataman Qur'an TK/TPA Al-Inayah

Para santri yang mengikuti Khataman Qur'an TK/TPA Al-Inayah
Pada hari Rabu, 27 Juli 2011 bertempat di Majelis Ta'lim Al-Inayah (Jl. Kapten Pierre Tendean Gg. X, Kuala Kapuas), TK/TPA Al-Inayah menyelenggarakan kegiatan Khataman Qur'an bagi 11 orang santri. Sebenarnya ada 13 orang santri yang khatam, tapi dua orang berhalangan hadir. Setelah pembukaan dan pembacaan Qur'an dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Adi Purnomo, ketua TK/TPA Al-Inayah. Beliau bercerita bahwa TK/TPA ini didirikan persis dua tahun yang lalu yaitu tanggal 27 Juli 2009. Pada waktu itu, beliau bersama dengan Pak Ramli, salah seorang pengajar mendatangi rumah masyarakat di sekitar TK/TPA dan mengajak kepada para orang tua untuk membawa anak-anak mereka ke TK/TPA. Masalah apakah anak-anak tersebut nantinya mau atau tidak mau mengaji nanti terserah kepada mereka. Mudah-mudahan dengan bertemu dengan teman-teman mereka di TK/TPA mereka bersemangat untuk mengaji.

Bapak Adi Purnomo, Ketua TK/TPA Al-Inayah, sedang memberikan sambutan

Saat ini TK/TPA Al-Inayah memiliki lebih dari 100 orang santri. Jumlah pengajar saat ini cuma 4 orang saja, jadi masih sangat kurang bila dibandingkan dengan jumlah santri. Para santri tidak dipungut biaya. Para guru digaji dengan sumbangan dari para donatur. Pak Adi mengharapkan agar pada tahun-tahun mendatang kegiatan di TK/TPA ini dapat berjalan lebih baik.

Nama-nama para santri yang mengikuti kegiatan khataman adalah:
  1. Putri Handayani
  2. Arif Suprianto
  3. Noor Aulia Safitri
  4. Sofia Agustina
  5. Intan Rahayu Budiana
  6. Khairun Nisa
  7. Norhalimah
  8. Ridawati
  9. Nisna
  10. Maimunah
  11. Alviolin










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)