Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Oloh Itah Kea !

Ungkapan bahasa Dayak diatas bila diartikan secara harfiah adalah "Orang Kita Juga". Ungkapan serupa dapat ditemui pada berbagai macam suku, misalnya:

  1. Minang : urang awak juo
  2. Palembang : wong kita galo
  3. Toraja : solata
Perasaan kebersamaan sesama suku ini membuat mereka membuat paguyuban ketika berada jauh dari kampung halamannya. Di Kabupaten Kapuas ini kita bisa menemukan berbagai macam paguyuban, diantaranya:
  1. Sumatera : Andalas
  2. Batak : Bona Pasogit
  3. Jawa : Sasono Karyo
  4. Sunda : Lembur Kuring
  5. Toraja : Ikatan Keluarga Toraja (IKAT)
  6. Banjar : Persatuan Keluarga Banjar (Perkeban)
Diharapkan keberadaan berbagai paguyuban ini betul-betul merupakan implementasi dari Bhinneka Tunggal Ika dan bukan merupakan sumber perpecahan. Tentu masing-masing kita akan mendukung peribahasa "Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung". 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)