Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pusat Layanan Internet Kecamatan di Ponpes Al-Amin

Sejak akhir bulan Juni 2011 yang lalu, di Ponpes Al-Amin sudah terpasang 5 buah perangkat komputer yang terhubung dengan internet. Peralatan ini merupakan salah satu program dari Kementerian Komunikasi dan Informasi yang ingin menyediakan layanan internet di seluruh kecamatan di Indonesia. Kegiatan instalasi jaringan internet ini berlangsung melalui beberapa tahap, mulai dari pengiriman peralatan, lalu pemasangan parabola dan yang terakhir adalah instalasi komputer dan menghubungkannya dengan internet.

Menurut keterangan dari pengelola PLIK Ponpes Al-Amin, Sugeng Sukriyanto, saat ini voucher yang dikirimkan oleh PT. Wira Eka Bhakti yang berupa 100 voucher Rp 1.000 dan 40 voucher Rp 5.000 sudah habis dan mereka sudah mendapatkan kiriman lagi dalam jumlah yang sama. PT. WEB menjanjikan bila penggunaan PLIK ini bisa lebih dari 8 jam sehari, bisa diusahakan adanya tambahan perangkat komputer lagi.

Para guru dan santri sangat bersemangat mengakses dunia maya untuk mencari bahan-bahan pelajaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"