Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Rumah Makan "ANI" - Masakan Banjar

Rumah Makan "ANI"
Rumah makan ini terletak di Jalan Letjen Soeprapto No. 152, Kuala Kapuas. Teleponnya adalah (0513) 22581. Dengan uang Rp 24.000 pelanggan bisa mendapatkan

  • 1 porsi ikan bakar 
  • sepiring nasi putih
  • segelas es teh manis / teh manis hangat
  • sayur lalapan dan kuah
Untuk 1 porsi udang galah disertai dengan kelengkapan diatas (nasi, minum dan sayur) harganya adalah Rp 35.000. Bila pelanggan ingin memesan es jeruk harganya Rp 4.000.
Aneka Ikan di Rumah Makan "ANI"



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"