Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Kunjungan Kerja Komisi C DPRD Provinsi Kalimantan Tengah

Anggota Komisi C dari kiri ke kanan (baris depan): Jimin, M. Sa'ad Arfani R.H, Kamsyiah A. Mamat dan Pudji Astuti  Narang.

Pada hari Selasa, 23 Agustus 2011 bertempat di ruang rapat Bupati Kabupaten Kapuas, Jl. Pemuda Km. 5,5 diselenggarakan pertemuan antara anggota Komisi C DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dengan aparat Pemda Kapuas terkait. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 5 orang anggota Komisi C yaitu:

  1. Iber H. Nahason
  2. Pudji Astuti Narang
  3. Kamsyiah A. Mamat
  4. M. Sa'ad Arfani, R.H
  5. Jimin
Dalam pertemuan tersebut, ketua rombongan, Bapak Iber H. Nahason menyampaikan bahwa mereka ingin mengetahui tentang program-program yang sedang berjalan di Kapuas yang meliputi:
  • Kapuas Harati
  • Kapuas Barigas
  • Angka buta huruf
  • Pemantauan guru di pedalaman
  • Tenaga di puskesmas dan puskesmas pembantu
Sebagai pengantar Bupati Kapuas menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
  • PAD Kapuas kurang lebih 24 milyar
  • Jumlah pegawai sekitar 8400 orang dan 56% anggaran digunakan untuk menggaji pegawai
  • Operasional puskesmas sudah ditingkatkan menjadi rata-rata per puskesmas Rp 120.000.000
  • Pada program Jamkesda disediakan 12 pelayanan gratis, diantaranya sunatan
  • Kapuas sedang gencar dengan sertifikasi guru
  • Sudah berkembang berbagai forum seperti:
    • Forum Bela Bangsa
    • Forum Kerukunan Umat Beragama
Bapak Sukiran, sekretaris Dinas Pendidikan menambahkan sebagai berikut:
  • Dana Dinas Pendidikan tahun 2011 adalah 312 milyar rupiah
  • Jumlah SD 391 buah, SLTP 70-an buah, SLTA 25 buah
  • Dana pendidikan dasar diperoleh dari DAK dan Provinsi (pembangunan SD, SMP, SMA, SMK)
  • Sekarang banyak dilakukan regrouping sekolah untuk efisiensi
  • Penataan distribusi pegawai akan dilakukan pada tahun 2013-2018 dimana terjadi pensiun guru besar-besaran
  • 70% guru di Kapuas sudah sertifikasi
Bapak Luhut Sinaga, Kabid di Dinas Kesehatan menambahkan informasi berikut:
  • Dari 23 puskesmas, baru 21 yang ada dokternya
  • Dari 194 desa yang ada, baru 50% yang ada bidan desanya
  • 50% pustu/polindes belum sesuai dengan standar
  • Standar pelayanan minimal sedang digodok
Bapak Herson dari Bappeda menambahkan sebagai berikut:
  • Tahun 2011 Kapuas mendapatkan dana PNPM sebesar 28 milyar, untuk 17 kecamatan, terbesar se-Kalimantan Tengah
  • Program KFCP meliputi 120.000 hektar pada 7 desa, rencananya akan ada kunjungan dari gubernur yang cinta lingkungan
  • Ada pengembangan Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Lamunti
  • Kapuas percontohan Minapolitan yaitu Kecamatan Basarang dan Pulau Petak
  • Angka buta huruf 7,61%
Setelah itu ketua tim menyampaikan daftar bantuan dari provinsi untuk Kabupaten Kapuas. Setelah ini tim akan berkunjung ke rumah sakit, Kecamatan Pulau Petak dan Kecamatan Kapuas Murung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)