Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Musim kemarau dan diare

Musim kemarau identik dengan diare. Dari beberapa literatur yang admin baca ada beberapa penjelasan mengenai masalah ini:

  1. Untuk daerah hulu, masalah diare timbul karena musim ini adalah musim dimana bakteri berkembang biak dengan cepat, sehingga kita harus memperhatikan masalah:
    • kebersihan makanan
    • kebersihan air minum
    • es harus bersih
    • wadah pengolahan makanan harus bersih
    • bersih tangan
    • bersih permukaan
  2. Untuk daerah yang terkena air payau, kuman kolera senang tinggal di air payau. Oleh karena itu hal-hal diatas juga harus diperhatikan.
Bagi pembaca yang ingin mengetahui pengelolaan air minum dapat melihat buku berikut ini:

Sumber:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"