Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Seputar I'tikaf dari Fatwa Online


  1. I'tikaf adalah satu dari dari sekian banyak amal saleh yang sangat disarankan untuk dilakukan pada bulan Ramadhan.
  2. I'tikaf dapat dilakukan di masjid mana saja, baik yang menyelenggarakan shalat Jum'at atau tidak. Sebaiknya dilaksanakan di masjid yang menyelenggarakan shalat Jum'at agar tidak perlu keluar lagi untuk melaksanakan shalat Jum'at.
  3.  Puasa bukan syarat untuk i'tikaf. Sunnah i'tikaf adalah tidak mengunjungi orang sakit selama i'tikaf dan tidak memenuhi undangan. Tidak menyaksikan penguburan (dengan mengikutinya) dan tidak bekerja diluar masjid.
  4. I'tikaf juga dapat dikerjakan diluar bulan Ramadhan.
  5. Bila melaksanakan i'tikaf selama 10 hari terakhir dibulan Ramadhan, dilaksanakan mulai dari matahari terbenam sebelum tanggal 20 Ramadhan dan berakhir pada saat matahari terbenam sehari sebelum Idul Fitri. 
  6. Saat i'tikaf diperbolehkan keluar masjid untuk makan, minum, buang air besar, buang air kecil, dan mandi.
  7. Bila wanita ingin i'tikaf sebaiknya dikerjakan dimasjid bila tidak takut ikhtilat (campur baur antara pria dan wanita), bila tidak mungkin, tidak usah i'tikaf.
  8. Sebaiknya i'tikaf dikerjakan pada 10 hari terakhir dibulan Ramadhan.
Untuk melihat referensi dari masing-masing poin, silahkan klik pada masing-masing poin. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"