Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Warga Kapuas sangat sabar !

Antrian solar di SPBU Jalan Trans Kalimantan, Kapuas
Pemandangan antrian di depan stasiun pengisian bahan bakar umu (SPBU) sudah terlihat selama berbulan-bulan di Kapuas. Ketika hal ini menjadi pembicaraan antara admin, dengan seorang supir angkutan umum di Jakarta, mereka berkomentar, "Wah warga anda sangat sabar, kalau hal seperti itu terjadi di sini, sudah di demo oleh masyarakat".

Keprihatinan terhadap masalah ini, pernah ditunjukkan oleh wakil rakyat dari DPRD Kabupaten Kapuas, namun sepertinya masalah ini tertiup angin lalu, sehingga seperti sudah dianggap biasa. Liputan media pun hanya sesekali saja mempermasalahkan hal ini, kemudian kembali seperti biasa.

Padahal kalau dilihat dari aspek efektifitas, kondisi seperti ini sangat menganggu kinerja berbagai bidang dalam kehidupan kita, karena dapat membuang waktu yang sangat berharga hanya untuk antri selama berjam-jam. Keprihatinan pun nampaknya belum ditunjukkan oleh pejabat yang berwenang dalam masalah ini. Semoga kita tidak menjadi apatis melihat permasalahan ini, dan tetap berusaha untuk menyelesaikannya, sesuai dengan peran dan fungsi kita masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"