Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Warga Muhammadiyah merayakan Idul Fitri 30 Agustus 2011

Suasana Shalat Idul Fitri di Stadion Panunjung Tarung, Selasa, 30 Agustus 2011 (With Courtesy of Erwin Fahlephi, M.Si)
Sesuai dengan edaran dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah bahwa Idul Fitri 1432 H jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011, warga Muhammadiyah Kabupaten Kapuas melaksanakan shalat Idul Fitri di Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas. Menurut keterangan dari Ketua Cabang Pemuda Muhammadiyah Selat, Erwin Fahlephi, M.Si, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 700 orang. Imam dan khatib pada kegiatan ini adalah Bapak Drs. H. Anung Saputra, SH, MH, Ketua Pengadilan Agama Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Tema khutbah beliau adalah: Hikmah Puasa. Kegiatan shalat Idul Fitri ini berlangsung mulai dari pukul 06.30 - 07.30 WIB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"