Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Shalat Jum'at di Masjid Nurul Iman - Kuala Kapuas




Video diatas direkam pada hari Jum'at, 2 September 2011 di Masjid Nurul Iman, Jalan Kapten Pierre Tendean, Gg. VIII, Kuala Kapuas. Video ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran suasana shalat Jum'at di masjid di Kuala Kapuas. Kegiatan Jum'atan dimulai dengan membacakan para penyumbang untuk operasional masjid, kemudian dilanjutkan dengan membaca Fatihah empat dan do'a bagi mereka yang menyumbang dan bagi kaum muslimin dan muslimat pada umumnya. Setelah itu, kaum masjid akan membunyikan sirine pertanda masuknya waktu shalat Jum'at. Kemudian muazin akan mengumandangkan azan pertama. Setelah azan pertama, jama'ah akan mengerjakan shalat sunat dua raka'at. Setelah itu dilanjutkan dengan bacaan sebelum khatib naik mimbar, kemudian khatib naik mimbar, kemudian muazin mengumandangkan azan kedua. Dilanjutkan dengan peringatan kepada jama'ah, kalau khatib sudah naik mimbar, jangan melakukan perbuatan yang sia-sia. Kemudian khatib membacakan khutbah, duduk dan melanjutkan dengan khutbah kedua, ditutup dengan do'a. Kemudian semua melaksanakan shalat Jum'at secara berjama'ah, dilanjutkan dengan pembacaan Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas, masing-masing sebanyak 7 kali, dilanjutkan dengan do'a pertama dan do'a kedua. Pembacaan syair, kemudian diakhiri dengan bersalam-salaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)