Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penyuluhan Napza di SMAN 1 Kapuas Hulu

Siswa-siswa SMAN 1 Kapuas Hulu
Pada hari Rabu, 28 September 2011 bertempat di aula SMAN 1 Kapuas Hulu diselenggarakan kegiatan penyuluhan Napza oleh Badan Narkotika Kabupaten Kapuas bekerjasama dengan Gerakan Nasional Peduli Narkoba Tawuran dan Anarkhis (Gepenta) dan Dewan Pertimbangan Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak dan Daerah Kalimantan Tengah (DP-LMMDD-KT) Kabupaten Kapuas. Penyuluhan disampaikan secara silih berganti mulai dari Bapak Angie Rohan (Gepenta), Jum'atil Fajar (BNK) dan Indan Thomas (DP-LMMDD-KT).

Pelaksanaan kegiatan didukung dengan genset dari Kantor Kecamatan Kapuas Hulu serta LCD dari Puskesmas Sei Hanyo. Dalam penyuluhan tersebut ditayangkan poster The Smoker's Body dan animasi akibat penggunaan obat terlarang dan penyakit menular seksual.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"