Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Sunatan Massal di Ponpes Al-Amin Kapuas

Pada hari Sabtu, 1 Oktober 2011 bertempat di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas diselenggarakan sunatan massal. Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Bank Mandiri dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun bank ini yang ke-13. Ada sebanyak 30 anak yang disunat dalam kegiatan ini. Anak-anak tersebut berasal dari desa-desa di kawasan transmigrasi Dadahup dan sekitarnya. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak H. Darwis mewakili Bupati Kapuas yang pada saat yang sama menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor Pemda Kapuas. Tenaga kesehatan yang melakukan sunatan berasal dari Puskesmas Sei Tatas mengingat kawasan pondok pesantren termasuk wilayah kerja puskesmas ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"