Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Warung Makan di Jalan Ahmad Yani

Bila anda suka jalan-jalan pagi di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas, maka ketika melewati muara Jl. S. Parman, anda akan melihat sebuah warung makan yang terletak di pinggir jalan tersebut.
Aneka makanan ringan
Warung ini menyediakan berbagai makanan ringan yang dititipkan oleh para pembuat kue. Warung ini buka mulai dari jam 05.00 WIB sampai jam 16.00 WIB bergantung pada habisnya makanan.
Aneka "lauk pauk"
Warung ini menjadi salah satu alternatif bagi ibu-ibu yang tidak sempat untuk memasak lauk-pauk di rumah karena kesibukan mencari nafkah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"