Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Beberapa Pelajaran dari Hijrah


  • Perlunya persiapan dan perencanaan yang adekuat (hal ini ditunjukkan dengan rute perjalanan Rasulullah yang pada awalnya justru menjauhi Madinah sambil memutar kearah luar dan pada akhirnya kembali ke rute ke Madinah. Kemudian bagaimana Rasulullah merencanakan persembunyian di Gua Tsur dan meminta kepada Abdullah bin Abu Bakar untuk menyampaikan berita tentang orang Quraisy selama di persembunyian dan bagaimana Asma binti Abu Bakar membawa perbekalan makanan menggunakan ikat pinggangnya)
  • Teguh memegang amanah (meskipun dimusuhi oleh para pembesar Quraysh, banyak orang Quraysh yang menitipkan barangnya kepada Rasulullah. Menjelang hijrah, beliau mengembalikan seluruh barang titipan tersebut kepada pemiliknya)
  • Menyerahkan urusan kepada ahlinya, meskipun berasal dari orang non-Muslim (hal ini ditunjukkan dengan dipilihnya penunjuk jalan untuk hijrah ke Madinah dari kalangan non-Muslim)
  • Hijrah merupakan titik balik (Hijrah memberi kesempatan kepada kaum Muslimin untuk membumikan ajaran Islam yang selama ini tidak bisa diterapkan di Mekah seperti kebebasan, kesetaraan dan keadilan bagi semua warga negara tanpa memperhatikan ras, gender, atau agama)
  • Jangan berputus asa untuk meraih tujuan mulia (hal ini ditunjukkan dengan hiburan yang diberikan oleh Rasulullah kepada Abu Bakar di dalam gua Tsur ketika orang-orang Quraysh mendekati gua tersebut dengan mengatakan, "Jangan khawatir, sesungguhnya Allah bersama dengan kita.")
  • Hijrah berarti meninggalkan keburukan menuju ke hal yang lebih baik (Hadits Rasulullah: Muhajir - orang yang berhijrah - adalah seorang yang meninggalkan apa yang Allah larang (H.R. Bukhari).
Sumber:

Komentar

Postingan populer dari blog ini