Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Pelatihan Kader Posyandu dan Kampanye Imunisasi Campak Polio di desa Buhut Jaya


Pada tanggal 9 Nopember 2011 di desa Buhut Jaya,  Kecamatan Kapuas Tengah dilaksanakan pelatihan kader posyandu dan kampanye imunisasi tambahan campak dan polio. Kegiatan ini disponsori terutama oleh perusahaan tambang batubara PT Telen Orbit Prima (TOP) dari Astra Group Internasional, sebagai bentuk kepedulian untuk mensejahterakan masyarakat di sekitar pertambangan, dan bekerja sama dengan instansi terkait seperti Puskesmas Pujon dan Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor. 

Kegiatan yang dihadiri secara khusus oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kapuas dr. Hj. Ani Handaningroem, Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Kapuas Ibu  Hj. Aliyah Mawardi , Camat Kapuas Tengah Drs. Jaya, dan Kepala Puskesmas Pujon dr. Tabiun Huda  ini mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat sekitar. Dinas Kesehatan, TP PKK Kabupaten Kapuas, dan PT TOP juga memberikan beberapa bantuan untuk posyandu setempat. Narasumber dari IPB juga khusus jauh-jauh datang ke desa ini untuk memberikan penyuluhan terkait gizi masyarakat. 

Dalam sambutan yang diberikan oleh perwakilan manejemen PT TOP dan Kadinkes Kabupaten Kapuas,  disinggung masalah kualitas generasi anak-anak kita harus lebih baik dari orang tuanya, salah satunya adalah masalah gizi. Saat ini status gizi anak-anak kita tidak hanya dikatakan kurus atau normal, namun juga tinggi atau pendek, yang mencerminkan kualitas asupan gizi dalam rentang waktu tertentu. Dalam sambutan ketua TP PKK Kabupaten Kapuas juga ditekankan agar laporan keaktifan posyandu hendaknya disampaikan apa adanya, tidak perlu ditutup-tutupi. Agar posyandu-posyandu yang mati suri dapat dipikirkan bersama bagaimana merevitalisasinya. 

Setelah acara pembukaan, dilanjutkan dengan penetesan vaksin polio oleh Ibu Hj. Aliyah Mawardi, dan dilanjutkan dengan penanaman sayur di kebun percontohan binaan IPB. 

Menurut petugas puskesmas pembantu desa Buhut Jaya, perusahaan PT TOP ini  secara rutin memberikan bantuan dana operasional posyandu setempat. Hal ini patut diacungi jempol di tengah kondisi posyandu yang sebagian mati suri dan perlu direvitalisasi. Semoga hal ini dapat menjadi contoh bahwa pembangunan kesehatan khususnya peningkatan peran posyandu adalah kepedulian semua komponen masyarakat, tidak hanya instansi pemerintah saja. Semua pihak termasuk perusahaan swasta dapat berperan aktif ikut membangun kesehatan di wilayahnya, seperti yang dilakukan oleh PT TOP ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)