Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pertemuan Monitoring dan Evaluasi P2 TB Puskesmas dan RS

Suasana perkenalan peserta pertemuan saat istirahat
Pada hari Kamis, 24 November 2011 bertempat di aula Hotel Raudah, Kuala Kapuas, diselenggarakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program Penanggulangan Tuberkulosis Puskesmas dan Rumah Sakit se-Kabupaten Kapuas Tahun 2011. Kegiatan ini diikuti oleh penanggung jawab program Penanggulangan Tuberkulosis di Puskesmas dan Rumah Sakit. Dari pertemuan ini diharapkan adanya upaya validasi data baik dari masalah ketenagaan, ketersediaan regensia, ketersediaan obat-obatan dan lain-lain. Pertemuan yang berlangsung satu hari ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Bina Penanggulangan Masalah Kesehatan (Bina PMK) yaitu Bapak Rasita Usman, SKM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"