Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Sunatan Massal dalam rangka HUT Korpri dan Hari Kesehatan Nasional

Pada hari Selasa, 29 November 2011 bertempat di Gedung Wanita Lawang Kameloh diselenggarakan kegiatan Sunatan Massal dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Korpri dan Hari Kesehatan Nasional Tahun 2011. Kegiatan ini seyogyanya dipersiapkan untuk 100 orang anak. Namun yang mendaftar cuma 50 orang saja. Yang datang pada saat sunatan cuma 35 orang saja. Anak-anak yang disunat ini berasal dari empat kelurahan yang ada di Kuala Kapuas yaitu Selat Hilir, Selat Tengah, Selat Dalam dan Selat Hulu.

Menurut keterangan H. Dusi, SKM yang turut menyunat anak-anak ini, kegiatan dilangsungkan segera setelah apel HUT Korpri dan Hari Kesehatan Nasional yang diselenggarakan di halaman kantor Bupati Kapuas pada pagi harinya. Tenaga medis kegiatan ini berasal dari Puskesmas Melati dan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Untuk mempercepat pekerjaan, dibuka enam meja untuk anak yang disunat. Bagi anak yang disunat diberi bingkisan berupa peci dan sarung.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"