Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

"internship" Mahasiswa Kedokteran di RSUD Kabupaten

Ketua Program Studi Pendidikan Dokter, Dr. dr. Erni Hernawati Purwaningsih, M.S menyatakan bahwa pada tahun-tahun mendatang, para calon dokter ini akan mengadakan "internship" (magang) di rumah-rumah sakit yang ada di kabupaten. Program ini dijalankan mengingat bahwa tidak mungkin pendidikan kedokteran dijalankan di rumah sakit dimana dokter spesialisnya sangat banyak, karena ditakutkan ketrampilan dasar sebagai dokter tidak akan terpenuhi.

Rumah sakit Kapuas diharapkan bisa membantu masalah penginapan dari para mahasiswa. Saat ini rumah sakit Kapuas memang memiliki asrama. Namun asrama tersebut saat ini dihuni oleh para perawat yang bekerja di rumah sakit. Ada beberapa kamar yang dikosongkan untuk tamu. Bila 50 orang mahasiswa disebar ke 13 rumah sakit, maka untuk setiap rumah sakit akan menerima sekitar 3-4 orang mahasiswa. Jumlah yang tidak terlalu banyak ini diharapkan untuk bisa ditangani oleh masing-masing rumah sakit untuk penyediaan penginapannya. Hal ini akan mudah diatasi bila para mahasiswa yang magang tersebut berasal dari kabupaten yang bersangkutan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"