Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pawai Muharram 1433 H

Peserta Pawai Muharam dari SMPN 1 Selat
Pada hari Selasa, 6 Desember 2011, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kapuas menyelenggarakan kegiatan Pawai Muharram dalam rangka memperingati Tahun Baru 1433 H. Pawai ini dimulai dari Rumah Jabatan Bupati Kapuas menuju ke Masjid Agung Al Mukarram. Pawai ini diikuti oleh para pelajar di sekitar kota Kuala Kapuas. Masing-masing sekolah membawa spanduk, pakaian muslim atau tampilan lainnya.
Dalam pawai tahun ini, sebagian peserta pawai mendapatkan kaos bergambar Bapak Bupati Kapuas yang bertuliskan "Memperingati 1 Muharram 1433 H".  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"