Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Kebut-kebutan hampir memakan korban

Bundaran kecil yang sering dijadikan sebagai tempat ngebut-ngebutan
Pada hari Jum'at, 20 Januari 2012 di sekitar bundaran kecil, Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas setelah shalat Jum'at berlangsung kebut-kebutan. Kegiatan ini hampir setiap minggu dilakukan oleh para remaja di sekitar bundaran kecil sampai ke lampu merah di pertigaan Tambun Bungai dan Ahmad Yani. Karena mereka sudah pulang lebih dahulu sebelum jama'ah lain keluar dari masjid, maka kondisi jalan masih agak sepi. Kondisi sepi ini mereka manfaatkan untuk kebut-kebutan di jalan tersebut.

Siang ini, seorang pegawai negeri sipil yang akan masuk kantor di sekitar bundaran kecil tersebut, hampir saja tertabrak oleh para remaja yang sedang kebut-kebutan tersebut. Sang ibu langsung meminta kepada admin untuk memberi tahu polisi lalu lintas mengenai hal ini. Admin langsung menghubungi Polsek Kota Selat yang terletak di Jalan Maluku, Kuala Kapuas. Ketika polisi mendengarkan keluhan tersebut, mereka menjawab bahwa sudah ada anggota yang meluncur ke tempat tersebut.

Sang ibu menyayangkan ketiadaan polisi lalu lintas di lokasi kebut-kebutan tersebut. Bukankah kejadian ini sudah sering dilakukan oleh para remaja, tapi mengapa tidak ada tindakan antisipatif yang dilakukan oleh pihak polisi lalu lintas. Bila terjadi kecelakaan, maka banyak masalah yang akan timbul. Semoga hal ini dapat diperhatikan oleh pihak polisi lalu lintas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)