Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Truk tersangkut di Basarang

Truk tersangkut di Basarang
Pada hari Kamis, 19 Januari 2012 pukul 21.01 WIB di Basarang ada sebuah truk pengangkut batu kerikil yang baru saja menurunkan muatannya tersangkut di lubang yang akan ditutup dengan muatannya tersebut. Lubang tersebut adalah galian dalam rangka pelebaran jalan. Karena truk tersebut tidak dapat naik karena lubangnya cukup dalam, sebuah excavator dikerahkan untuk membantunya. Excavator tersebut menuju ke samping truk, kemudian menggerakkan lengannya ke bagian belakang dari truk, kemudian dengan lengan tersebut mendorong truk tersebut ke depan, sehingga bisa keluar dari lubang tersebut. Kejadian ini sempat menyebabkan kemacetan singkat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"