Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kunjungan Palang Merah Spanyol ke Pulau Kupang

Rombongan Palang Merah Spanyol di klotok
 Pada hari Senin, 27 Februari 2012, rombongan dari Palang Merah Spanyol mulai melakukan kunjungan lapangan ke Kelurahan Pulau Kupang. Mereka menuju ke lokasi dengan menggunakan klotok. Rombongan ini terdiri dari Sergio dan Rizwan dari Palang Merah Spanyol, Indri dan Ilham dari PMI Provinsi Kalimantan Tengah serta Irma, Suparman dan Jum'atil Fajar dari PMI Kabupaten Kapuas.
Sergio sedang memberikan penjelasan tentang maksud kunjungan ini
Tujuan pertama adalah berkenalan dengan aparat di Kantor Kelurahan Pulau Kupang. Dalam pertemuan tersebut dilangsungkan kegiatan perkenalan yang dimulai dari pihak kelurahan, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dari pihak Palang Merah Spanyol.
Kunjungan ke RT 15 Kelurahan  Pulau Kupang
Setelah perkenalan, perjalanan dilanjutkan ke salah satu RT yang akan mengikuti program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM) yaitu RT 15. Setelah melihat kondisi lapangan, rombongan dijamu oleh Bapak H. Mahlan, ketua RT 15 untuk menikmati kelapa muda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"