Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Nasehat Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc - Hafiz Qur'an

Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc
Perbincangan dengan Ustadz Abdul Aziz, Lc ini berlangsung pada hari Selasa, 27 Maret 2012 di Wisata Kuliner, Lapangan Benteng, Medan, Sumatera Utara. Dalam perbincangan ini ustadz Abdul Aziz menyampaikan bahwa seharusnya setoran hafalan Qur'an dilakukan setiap hari dan itu dilakukan secara "talaqi" (berhadapan langsung dengan hafiz Qur'an).

Beliau juga menyampaikan bahwa dari berbagai metode untuk menghapalkan Qur'an, semuanya akan kembali pada prinsip bahwa semua itu membutuhkan keseringan dalam mengulang hapalan. Itulah sebabnya mengapa diadakan kegiatan Mukhayam Qur'an atau Yaum ma'al Qur'an, hal itu dilakukan untuk membiasakan diri kita dengan Qur'an.

Beliau mengharapkan agar kita bisa seperti negara Sudan, dimana para penduduknya, baik itu supir, tukang sayur, pejabat negara, pengusaha, semuanya hapal Qur'an. Pesan yang diperoleh dari Gaza adalah bagaimana ilmu yang diperoleh mengenai menghapal Qur'an disana dapat diterapkan di Indonesia. Jadi kita jangan bangga saja bahwa di Gaza mereka bisa menghapalkan Qur'an dengan cepat. Bagaimana dengan kita?

Komentar

  1. subhanalloh,semoga nasihat-nasihat beliau senantiasa mendampingi semangat aktifitas ber-Al Qur'an kita

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"