Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Hati-hati dalam tiga perkara


Oleh: H. Kursani, S.Ag
  1. Jangan tinggalkan kewajiban-kewajiban karena urusan duniawi. Firman Allah: Hai orang-orang beriman, bila disuruh menunaikan shalat pada hari Jum'at, bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.
  2. Janganlah menyakiti hati hamba Allah. Firman Allah: Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian prasangka itu adalah dosa besar..
  3. Janganlah mencari kehidupan hanya untuk diri sendiri dan keluarga dan mengabaikan tetangga dan orang lain. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"