Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Pembukaan MTQ Kalteng XXVI Tahun 2012


Video streaming by Ustream

Pada hari Sabtu, 29 April 2012 malam hari diselenggarakan Pembukaan MTQ Kalteng XXVI di Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini diawali dengan hiburan dari Tim Nasyid yang berasal dari Kota Palangka Raya. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan semua kafilah yang hadir. Ketika kegiatan pembukaan sampai pada sambutan-sambutan. Banyak peserta dari kafilah yang mulai duduk. Bahkan ketika Gubernur Kalimantan Tengah, Teras Narang memberikan sambutan, beliau mengijinkan seluruh kafilah untuk duduk ketika mendengar sambutan beliau.

Setelah kegiatan pembukaan berakhir dilanjutkan dengan kegiatan tambahan yaitu penampilan Tari Amanah yang merupakan gabungan sanggar tari dan marching band yang ada di Kabupaten Kapuas. Tarian ini ditampilkan secara kolosal yang melibatkan ratusan personil yang terdiri dari anak-anak mulai dari SD sampai perguruan tinggi. Tata lampu dan tata suara yang hebat membuat tarian ini mendapatkan sambutan yang meriah dari penonton.

 Kegiatan hiburan ini ditutup dengan penampilan Haddad Alwi yang disertai dengan dua orang pendampingnya yaitu Santi dan Vika yang berusia 14 tahun dan 7 tahun. Dalam penampilannya Haddad Alwi banyak mengajak peserta untuk bershalawat kepada nabi.

Kegiatan pembukaan ini disiarkan secara LIVE oleh Informasi Kapuas dengan bantuan dari Speedy. Siaran langsung ini menggunakan Ustream.tv dengan kapasitas 100 pemirsa. Selama kegiatan berlangsung ada 86 orang yang mampir untuk melihat siaran langsung ini. Kualitas gambar dalam siaran langsung terpaksa dibatasi agar gambar tidak terputus-putus ketika diunggah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Drs. Nurul Edy, M.Si berharap agar dalam penampilan Rhoma Irama minggu depan sudah diantisipasi membludaknya penonton dengan menyediakan LCD proyektor di empat sudut Stadion Panunjung Tarung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)