Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Siswi MAN Meramaikan Arena Utama MTQ Kalteng XXVI

Para siswi MAN Selat Tengah sedang menonton lomba
Pada hari Senin, 30 April 2012, arena utama MTQ Kalteng XXVI Tahun 2012 di Stadion Panunjung Tarung diramaikan oleh para siswi dari Madrasah Aliyah Negeri Selat Tengah, Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Mereka diminta untuk menjadi penonton dalam lomba tilawah remaja. Mereka duduk disisi kiri dan kanan podium. Untuk hari Senin ini, guru yang mendampingi mereka adalah Ibu Rina Amarahosea, S.Pd.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"