Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pasar Jum'at di Jalan Cilik Riwut

Suasana Pasar Jum'at di Jalan Cilik Riwut
Pasar Jum'at sore ini berada di Jl. Cilik Riwut, Kuala Kapuas. Berbeda dengan Pasar Sabtu pagi yang berada di ujung Jl. Cilik Riwut, dekat Jl. Kapuas, pasar ini berada di dekat komplek perumahan Berkat Ikhlas II, Kuala Kapuas. Keberadaan pasar sangat membantu warga sekitar karena tidak perlu jauh-jauh berbelanja ke pasar reguler, namun tentu saja keberadaan pasar disini cukup menghambat jalur lalu lintas yang cukup padat di kawasan ini. Meskipun padat, mobil dapat lewat dengan perlahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"