Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Sosialisasi Penyakit Tidak Menular

Kiri ke kanan: Rasita Usman (Kabid PMK Dinkes Kapuas), Sinsigus (Dinkes Provinsi Kalteng), dr. Ongky dan Ibu Aisyah (Direktorat Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI).
Pada tanggal 22 Mei 2012 bertempat di aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Dinas Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Sosialisasi Penyakit Tidak Menular bagi puskesmas kota dan sekitarnya, organisasi profesi kesehatan (IDI, PPNI, IBI, Persagi, AKLI), dan dharma wanita kesehatan serta staf Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.

Narasumber pertemuan ini adalah dr. Ongky dan Ibu Aisyah dari Direktorat Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam presentasinya dr. Ongky mengingatkan kepada hadirin bahwa masalah penyakit tidak menular merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia, tapi masih belum mendapatkan perhatian yang sepatutnya. Penyakit seperti tekanan darah tinggi, kencing manis, kanker payudara, kanker leher rahim adalah diantara penyakit tidak menular yang banyak diderita oleh orang-orang di negara berkembang.

Ibu Aisyah memperkenalkan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Pos ini merupakan kegiatan dimana dilakukan skrining terhadap penyakit tidak menular seperti kanker payudara dengan Periksa Payudara Sendiri (Sadari) dan kanker leher rahim dengan Inspeksi Visual dengan Asam asetat (IVA). Diharapkan kegiatan Posbindu bisa diintegrasikan dengan berbagai wadah yang sudah ada selama ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)