Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pusat Layanan Internet Kecamatan Ponpes Al-Amin Kapuas

Tanda PLIK di depan pondok pesantren
Sejak dua tahun yang lalu, Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas yang terletak di Jl. Pemuda Km. 20, Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah menerima program peningkatan akses internet kepada masyarakat yaitu menjadi Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK). Pondok pesantren mendapatkan rekomendasi dari Bapak Casmito, Kepala Sekolah SMAN 2 Kapuas Murung.
Komputer dengan sistem linux dari PLIK
Setelah selesai perakitan komputer, server dan parabola, mulailah koneksi internetnya dimulai. Pada saat pertama antusias dari guru dan murid untuk menggunakan internet sangat besar mengingat warung internet hanya ada di Desa Palingkau Baru yang bisa ditempuh selama 15 menit dengan bersepeda. Menurut informasi yang diperoleh dari Bapak Sugeng Sukriyanto, S.Pd.I dalam rangka membiasakan siswa untuk menggunakan internet, banyak tugas yang diberikan oleh guru harus dicari dengan menggunakan internet. Jadi meskipun mereka di pedalaman Kalimantan Tengah. Mereka bisa mengakses dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"