Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

KAMMI Komisariat STAI mengikuti Dauroh Marhalan II

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kapuas mengikuti kegiatan Dauroh Marhalah II dengan tema "Muslim Negarawan: Berpikir, Bergerak, Bekerja untuk Kalimantan Tengah". Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 12-15 Juli 2012 ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Ar-Rahman, Jl. RTA Milono, Palangka Raya. Kegiatan ini diikuti oleh KAMMI se-Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini diisi oleh narasumber dari berbagai kalangan, baik dari civitas akademika perguruan tinggi, maupun dari tokoh agama dan tokoh masyarakat yang berdomisili di Palangka Raya dan daerah-daerah sekitarnya. Diantara narasumber yang sempat Informasi Kapuas temui adalah Bapak H. Bulkani, rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"