Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Roda truk terbenam di Anjir Serapat Pal 10

Ketika Informasi Kapuas meninggalkan Kapuas pada dini hari Kamis, 19 Juli 2012 truk yang membawa tiang pancang ini sudah melintang pada setengah badan jalan di Anjir Serapat Km. 10. Keberadaan truk yang menutupi setengah badan jalan, membuat pengguna jalan harus berhati-hati karena harus memperhatikan apakah ada kendaraan yang akan lewat pada sisi jalan yang akan dilewati.

Saat Informasi Kapuas kembali ke Kapuas pada pagi hari, truk ini masih melintang di jalan. Nampaknya truk  temannya belum datang untuk mengambil alih bawaan dari truk ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"