Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Gereja Bethania - dulu dan kini

Church in Kwala Kapuas
Foto diatas diperoleh dari USC Digital Library dengan judul "Church in Kwala Kapuas". Informasi Kapuas berusaha untuk mencari koleksi foto tentang gereja yang ada di daerah Barimba. Akhirnya didapatkan foto dibawah ini:
Kalau melihat dari strukturnya agak mirip. Menurut informasi yang diberikan oleh bapak Jay Ahmad di Panoramio, gereja ini termasuk gereja tertua di Kabupaten Kapuas. Mungkin foto yang tepat adalah foto dibawah ini ?
Consecrating the new church

Mungkin diantara pembaca ada yang bisa memberikan masukan mengenai foto-foto diatas?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"