Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

On the Job Training TBC dan Malaria di RSUD

Ibu Vivit (paling kanan) sedang memberikan pengarahan
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas meminta bantuan kepada pihak Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah untuk melakukan On the Job Training (OJT). Petugas Labkes Provinsi yang dikirim adalah Ibu Vivit. Beliau membimbing para petugas laboratorium rumah sakit dalam melakukan aktivitas pemeriksaan terhadap sampel kuman TBC dan parasit Malaria. Kegiatan ini dilaksakan selama 3 hari (Senin - Rabu, 27-29 Agustus 2012) di ruangan Laboratorium RSUD yang baru saja diperbaiki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"