Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penyuluhan Bahaya Narkoba di SMPN 8 Selat

Berpose di depan sekolah sebelum penyuluhan dimulai
Pada hari Sabtu, 8 September 2012 bertempat di SMPN 8 Selat, Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) bekerjasama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kapuas menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Pengaruh Pergaulan Bebas Bagi Pelajar. Kegiatan ini selain dihadiri oleh para siswa, juga dihadiri oleh para guru yang ada disekolah tersebut.

Kepala sekolah sangat mengharapkan agar kegiatan ini dapat diikuti oleh kegiatan-kegiatan sosialisasi dan penyuluhan yang lain seperti masalah Sekolah Sehat.

Berikut ini video Mars Granat yang dibawakan oleh para siswa-siswi SMPN 8 Selat:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"