Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Paviliun, Ambulance dan Taman

Tarian pembuka peresmian paviliun
Tari Manampalas Dahian Pala mengawali kegiatan peresmian Paviliun RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Oktober 2012 di halaman paviliun yang akan diresmikan. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kapuas beserta Forkompida, Pengadilan Negeri Kuala Kapuas, Pimpinan Wilayah Kalimantan PT. Jamsostek beserta rombongan, para kepala bank di lingkungan Kuala Kapuas, kepala-kepala SKPD dan pihak rumah sakit.
Ambulance sumbangan PT. Jamsostek
Selain peresmian paviliun, kegiatan ini disertai dengan penyerahan bantuan Ambulance dari PT. Jamsostek kepada rumah sakit. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis oleh Pimpinan Wilayah Kalimantan PT. Jamsostek kepada Bupati Kapuas, kemudian dari Bupati kepada direktur rumah sakit. Selain itu PT. Jamsostek juga memberikan bantuan kepada fakir miskin, masjid dan gereja.
Tempat duduk di taman sumbangan Bank Mandiri
Bupati juga menerima penyerahan secara simbolis taman yang dibangun di ruang PONEK dan disekitar Gazebo, dan kursi taman dari Bank Mandiri Cabang Kapuas yang diserahkan langsung oleh pimpinan cabangnya.

Setelah pengguntingan pita, dilakukan peninjauan terhadap bangunan paviliun tersebut. Bupati dalam sambutannya berjanji untuk mengupayakan dana penyelesaian paviliun ini pada tahun 2013. Beliau juga berharap agar rumah sakit dapat ditingkatkan kelasnya menjadi rumah sakit kelas B. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)