Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Pelatihan Case, Support and Treatment Kalimantan Tengah

Peserta dari Kapuas (dr. Fitri Ningrum Intani) sedang menyampaikan presentasi
Pada tanggal 27 September - 3 Oktober 2012 bertempat di Hotel Dandang Tingang diselenggarakan Pelatihan Case, Support and Treatment Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah ini diikuti oleh beberapa rumah sakit di Kalimantan Tengah. RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo mengirimkan enam peserta dalam pelatihan tersebut.

Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan dalam rangka mempersiapkan rumah sakit untuk membentuk bagian yang khusus menangani kasus-kasus HIV/AIDS. Akan ada dua buah tim yang akan mengelola program ini yaitu Tim Voluntary Counseling Test (VCT) dan Case, Support and Treatment (CST). Tim VCT akan mengajak masyarakat yang beresiko tinggi untuk memeriksakan status HIV/AIDS mereka di VCT. Bila pasien tersebut positif maka penanganan masalah mereka akan diserahkan kepada Tim CST.

Program ini sangat membutuhkan partisipasi dari segenap pihak khususnya Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kapuas yang diketuai oleh Bapak H. Nurani Sarji. Pihak-pihak lain seperti organisasi profesi kesehatan, tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat diperlukan perannya untuk mensosialisasikan keberadaan VCT kepada seluruh lapisan masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini