Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Tulisan Tentang Kapuas Dimuat Di Jurnal Internasional

Proper hand washing practices among elementary school students in Selat sub-district, Indonesia

Artikel diatas ditulis oleh dr. Tri Setyautami, MPHM saat menempuh pendidikan di ASEAN Institute for Health Development, Mahidol University, Thailand. Tulisan yang dimuat dalam Journal of Public Health Development memberikan rekomendasi sebagai berikut:

  • Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, promosi kesehatan tentang mencuci tangan yang benar harus dimotori oleh guru-guru bersama dengan dan disupervisi oleh petugas kesehatan, dalam rangka meyakinkan murid bahwa kebiasaan baik ini mudah dilaksanakan dan memiliki dampak yang baik. Kebiasaan ini dapat diterapkan dengan menggunakan berbagai ide kreatif untuk promosi kesehatan di sekolah seperti pengingat, pesan-pesan dan motivator untuk cuci tangan yang benar diberbagai tempat di sekolah.
  • Fasilitas yang berhubungan dengan cuci tangan yang benar seperti air bersih, sabun dan wastafel harus tersedia pada tempat-tempat tertentu di sekolah seperti di dalam kelas, kantin dan toilet, untuk memberdayakan dan mendorong siswa untuk mencuci tangan mereka secara benar pada setiap waktu, sehingga mudah bagi para guru untuk bertindak sebagai teladan dalam mempromosikan cuci tangan yang benar di sekolah.
  • Temuan ini dapat digunakan sebagai informasi dasar bagi Kampanye Cuci Tangan Global di Kabupaten Kapuas oleh pemerintah, petugas kesehatan, dan pihak terkait lainnya dalam rangka mendorong masyarakat untuk mencuci tangan mereka secara benar di rumah, di sekolah dan masyarakat dengan memanfaatkan anak-anak sekolah sebagai katalis untuk perubahan perilaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)