Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Rumah Betang Sei Pasah Sedang Dibangun

Rumah Betang Sei Pasah (tampak depan)
Pada hari Jum'at, 29 Desember 2012 Informasi Kapuas berkunjung ke lokasi pembangunan rumah betang di Kelurahan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas. Lokasi pembangunan rumah betang ini pada awalnya adalah tanah dari keluarga besar Talinting E. Toepak (mantan Wakil Bupati Kapuas) yang sudah dibebaskan oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Rumah Betang Sei Pasah (tampak samping)
Sejak tahun 2005 ketika beliau menjabat sebagai wakil bupati, pembangunan pondasi rumah betang ini sudah dilakukan. Baru sejak bulan Juli 2012 yang lalu pembangunan rumah betang ini kembali dilanjutkan. Menurut keterangan penjaga lokasi ini, bahan baku ulin untuk rumah betang ini berasal dari Sei Pinang, Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas. Sedangkan untuk sirap ulinnya berasal dari Tumbang Manggu.
Rumah Betang Sei Pasah (tampak belakang)
Desain rumah betang ini sudah mengalami beberapa kali perubahan. Rumah betang ini lebih besar dari rumah betang aslinya. Desainnya disesuaikan dengan rumah lama dengan modifikasi. Masalah dalam pembangunan rumah betang ini adalah ketersediaan ulin yang sulit untuk didapatkan. Strukturnya tidak sekokoh rumah betang yang ada di Desa Tumbang Bukoi, Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"