Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

TKIT Al-Amin Memberikan Santunan Bagi Anak Yatim

Pimpinan Panti Asuha, H. Aspihani menyambut rombongan TKIT Al-Amin
Pada hari Minggu, 2 Desember 2012, Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Al-Amin Kapuas melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Budi Sejahtera, Jl. Jawa, Kuala Kapuas dan menyerahkan bantuan sembako dan memberi santunan kepada anak-anak di panti. Menurut keterangan Kepala TKIT Al-Amin, Siti Suparti, kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak untuk peduli dengan anak-anak yatim dan kaum dhu'afa sejak dini.

Acara dimulai pukul 08.00 sampai 09.00 WIB. Kepala Panti Asuhan, Bapak H. Aspihani mengucapkan terima kasih dan menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini merupakan rekreasi yang sangat mendidik bagi anak-anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"