Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Keracunan Makanan di Murung Keramat

Menurut keterangan salah seorang warga Murung Keramat pada hari Minggu pagi mereka mengikuti acara pengantinan di sana. Sekitar pukul 13.00 WIB sudah ada warga yang menunjukkan gejala mual dan muntah. Baru pada sore hari menjelang maghrib ini mereka dibawa ke rumah sakit.

Menurut informasi yang diperoleh dari Ibu Danung Sri Wulandari, MPH, Kepala Seksi Rawat Inap RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo pada hari Minggu pukul 21.14 WIB, jumlah total pasien adalah 45 orang dengan rincian 22 orang dengan rawat jalan, 23 orang rawat inap. Pasien dewasa 23 orang (rawat inap 8 orang), pasien anak-anak 22 orang (rawat inap 15 orang). Pasien dirawat di ruang Dahlia, Kenanga, Mawar dan Teratai. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"