Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kolaborasi PMI, SRC, IFRC dan ICRC di Kapuas

Diskusi dengan Pokja AMPL Kabupaten Kapuas
Keberadaan Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM) di Kabupaten Kapuas mengawali kolaborasi antara Palang Merah Indonesia (PMI), Spanish Red Cross (SRC), International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC) dan International Comittee of Red Cross (ICRC). Kerjasama ini terutama untuk menangani upaya penyediaan air minum yang aman bagi masyarakat di desa program. Ketiga desa tersebut adalah Pulau Kupang, Terusan Raya dan Handiwung.

Tim Kolaborator ini memulai pembicaraan di Jakarta, kemudian dilanjutkan di Markas PMI Kabupaten Kapuas (Kamis, 14 Februari 2013). Dalam upaya untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya untuk penyusunan strategi penyediaan air minum yang aman ini, diselenggarakan beberapa kegiatan diantaranya yaitu menyambangi Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Kapuas di Jalan Melati No. 19, Kuala Kapuas.

Kemudian tim juga mengundang Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten Kapuas dengan mengadakan pertemuan di Rumah Makan dan Pemancingan Eka Sari, di Desa Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir (Jum'at, 15 Februari 2013). Masukan-masukan dari pokja ini akan menjadi bahan berharga bagi tim dalam mengupayakan penyediaan air minum yang aman bagi masyarakat di desa program.

Pada hari Sabtu, 16 Februari 2013 tim mengunjungi ketiga desa program untuk melihat secara langsung kondisi masyarakatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"