Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Program Vokasional Bidang Perbengkelan

Suasana pelatihan perbengkelan
Sejak hari Jum'at, 8 Februari 2013 di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas diselenggarakan Program Vokasional Bidang Perbengkelan. Pelatihnya adalah Bapak Deni dari Suzuki Kuala Kapuas. Asisten beliau adalah Bapak Ancah, pegawai bengkes Ponpes Al-Amin. Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang santri Pondok Pesantren Al-Amin. Dalam pelatihan ini mereka diberikan ketrampilan dasar penanganan masalah-masalah yang sering terjadi pada mesin motor. Selama beberapa hari mereka diberikan teori dan praktek pemasangan dan pembongkaran berbagai onderdil motor. Pelatihan ini akan berlangsung selama 10 hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"