Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Tamu Istimewa di Labkesda

Rombongan SRC, ICRC dan IFRC
Pada hari Jum'at, 15 Februari 2013, Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Kapuas mendapat tamu istimewa. Rombongan dari Spanish Red Cross (SRC), International Federation of Red Cross and Red Cressent (IFRC), International Committee of Red Cross (ICRC), dan Palang Merah Indonesia (PMI) mengunjungi Labkesda. Kunjungan ini dilakukan sebagai salah satu kegiatan dalam rangka mendapatkan masukan dari tentang berbagai hasil pemeriksaan air di Kabupaten Kapuas.

Dari kunjungan ini didapatkan informasi bahwa dengan kemampuannya memeriksa unsur kimia dan bakteriologis air diketahui bahwa kadar besi pada air sungai berkisar 2-12 mg/L padahal kadar normalnya adalah 0,1 mg/L. pH air sungai sangat asam sehingga tidak layak untuk langsung dikonsumsi. Kadar bakteri E. coli sangat tinggi dalam air sungai.

Mengenai rasa air sungai, Kepala Labkesda, Bapak Suko Adi, M.Kes menjelaskan bahwa bila masyarakat terbiasa minum air yang asam, lalu minum air yang netral, maka rasa air yang netral tersebut tidak enak. demikian juga sebaliknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)