Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Farewel Party for Sergio

Sergio dan Sylvia menikmati hidangan di Terusan Raya
Project Officer dari Spanish Red Cross Sergio Garcia, berakhir masa tugasnya pada akhir Maret 2013. Dalam kunjungan serah terima dari tanggal 21-23 Maret 2013 di Kapuas, beliau menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan pelatihan di Terusan Raya, Kecamatan Bataguh.

Pada waktu istirahat siang para fasilitator dan peserta pelatihan serta peninjau makan siang di rumah ibu Ningsih. Pada saat makan siang tersebut ada yang bilang bahwa ini adalah acara perpisahan dengan Sergio.

Sewaktu ijin pulang ke Kapuas, seorang ibu bilang kepada Sergio agar tidak melupakan kampung mereka. Sergio menjawab bahwa dia tidak akan melupakan kampung ini (Terusan Raya).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"