Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kesepakatan Bersama Dinas Pendidikan dan PMI



Pada bulan Maret 2013 sudah ditandatangani kesepakatan antara Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas dan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas. Kesepatakan ini berisi pengembangan kegiatan kepalangmerahan di tingkat dasar sampai tinggi. Dari SD sampai SMA sederajat akan dikembangkan Palang Merah Remaja (PMR). Sedangkan untuk perguruan tinggi akan dikembangkan Korps Sukarela (KSR).

Untuk pembinaan PMR akan dibentuk Komite Pembinaan dan Pengembangan PMR tingkat kabupaten. Segala biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan ini pembinaan PMR akan diambil dari anggaran Dinas Pendidikan yang sudah dialokasikan pada sekolah masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"