Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Manasik Haji Kecil

Melontar Jumrah
Pada hari Minggu, 10 Maret 2013, Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Al-Amin Kapuas menyelenggarakan Manasik Haji Kecil bagi para muridnya. Kegiatan yang bertempat di halaman depan Masjid Agung Al-Mukarram ini dihadiri juga oleh para orang tua murid.

Miniatur Ka'bah, tenda di Arafah, tenda di Mina serta tempat melontar juga sudah disiapkan di halaman masjid. Para murid dibimbing oleh gurunya melakukan prosesi haji tersebut secara bertahap.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan para murid dapat merasakan secara langsung suasana haji dan diharapkan kelak mereka bisa mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah ini kelak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"