Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pelatihan Pengolahan Air Minum

Relawan desa sedang membuat biosand filter
Pada hari Sabtu, 23 Maret 2013 bertempat di halaman Kantor Desa Terusan Raya, dilaksanakan kegiatan Pengolahan Air Minum. Kegiatan ini dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Kapuas dengan supervisi oleh PMI Pusat, International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC), internatinal Committe of Red Cross (ICRC) serta di dukung oleh Spanish Red Cross (SRC).

Kegiatan ini dimotori oleh para relawan markas PMI dan diikuti oleh relawan desa dari Terusan Raya dan Pulau Kupang. Mereka mengolah air dengan saringan pasir (biosand), desinfektan (air rahmat), sinar matahari (SODIS) dan direbus (boiling).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"