Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penumpang Kapal Tenggelam Di Pelabuhan KP3

Penonton pencarian orang tenggelam di Pelabuhan KP3
Pada hari Senin, 4 Maret 2013 pukul 18.45 WIB admin menerima SMS dari relawan Emergency508 yang mengabarkan bahwa ada seorang laki-laki berumur kurang lebih 27 tahun tenggelam di Pelabuhan KP3. Sampai saat SMS ini dikirim, korban masih dalam pencarian.

Admin baru berangkat ke lokasi pada pukul 20.55 WIB dan di pelabuhan KP3 sudah banyak orang yang berkumpul menyaksikan proses pencarian korban oleh Tim Emergency508. Tim menggunakan speedboat kecil untuk mencari mayat tersebut.

Menurut keterangan relawan Emergenci508, ketika terjatuh dari kapal dagang, korban sempat timbul dan terbawa arus agak ke tengah, tapi ketika rekan-rekan mereka sudah mendapatkan klotok untuk menolong, korban tidak tampak lagi dari permukaan air.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"