Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kunjungan Konsultan WHO ke Kapuas

Kunjungan di Puskesmas Selat
Pada hari Rabu-Kamis, 12-13 Juni 2013, seorang konsultan WHO bersama dua orang pendamping dari Kementerian Kesehatan berkunjung ke Kapuas. Mereka ingin melihat perkembangan program imunisasi di Kabupaten Kapuas. Mereka mengunjungi beberapa puskesmas dan rumah sakit. Mereka juga berkunjung ke dokter spesialis anak untuk melihat imunisasi apa saja yang diberikan oleh dokter tersebut kepada pasiennya. Mereka juga melihat kegiatan imunisasi yang dilaksanakan di posyandu. Kunjungan ini mendapatkan bahwa program imunisasi di Kabupaten Kapuas perlu lebih ditingkatkan lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"