Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Peringatan Isra' Mi'raj Langgar Al-Inayah

Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an
Peringatan Isra' Mi'raj Langgar Al-Inayah, Jl. Kapten Pierre Tendean Gg. IXa, Kuala Kapuas dilaksanakan pada hari Rabu, 5 Juni 2013. Kegiatan ini diawali dengan Pembacaan Syair Maulid oleh Kelompok Maulid Habsy Masjid Nurul Iman.

Ceramah disampaikan oleh Guru H, Farhani. Beliau menyampaikan bahwa majelis zikir dan majelis ilmu adalah kebun surga di dunia.

Saat Rasulullah menceritakan kisah Isra' Mi'raj kepada orang Quraisy mereka ada yang semakin bertambah keimanannya (seperti Abu Bakar); ada yang kembali kafir (Muth'I'm bin 'Adi).

Ahlu Sunnah meyakini bahwa beliau Isra' Mi'raj dengan fisik. Kalau mimpi tentu tidak merupakan mu'jizat. Allah ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah. Ketika bertemu Allah, beliau diperintahkan untuk shalat lima waktu.

Saat Rasulullah menerima pertanyaan tentang masjid Al-Aqsha malaikat langsung menampakkan masjid tersebut kepada beliau sehingga beliau bisa menggambarkan masjid sesuai dengan jelas. Meskipun demikian masih banyak yang tidak percaya kepada beliau.

Beliau juga menjalani pembedahan hati dan dibersihkan dengan air zam-zam. Pembersihan ini mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan hati. Bila hati kotor maka aktivitas juga buruk. Kita membersihkan hati dengan zikir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"